Tampilkan postingan dengan label Miracle of Islam. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Miracle of Islam. Tampilkan semua postingan

Rabu, 05 Juni 2013

Manfaat dan Keajaiban Bersin















Manfaat dan Keajaiban Bersin. Siapa yang tak pernah bersin? Mungkin tidak ada orang yang selama hidupnya tidak pernah bersin. Namun tahukah anda, ternyata ada keajaiban besar dibalik bersin yang sering kita lakukan. Yang pasti semua keajaiban tersebut menandakan adanya tuhan yang tak pernah tidur dan memperhatikan seluruh makhluk ciptaanya.

         Pertama,bersin merupakan mekanisme perlindungan tubuh terhadap masuknya benda asing, sehingga si pelaku bersin dapat terlindung dari debu, bakteri, bau-bauan, dan munkin juga virus. Bersin terjadi karena adanya respon yang dilakukan oleh membran hidung ketika mendeteksi adanya benda asing atau kelebihan cairan yang masuk kedalam hidung.

         Kedua, dalam sekali bersin kita dapat mengeluarkan sekitar 40.000 butir-butir air yang telah terinfeksi bakteri ataupun virus dengan kecepatan 70 meter/detik.

         Ketiga, hal yang patut kita syukuri adalah, ternyata ketika kita sedang bersin secara reflek otot-otot yang ada di wajah kita menegang, dan jantung kita akan berhenti berdetak selama kita bersin.
         Itulah mengapa umat muslim disunnahkan mengucap “Alhamdulillah….!” Sebagai bentuk rasa syukur kepada Allah swt. sebab, dengan bersin kita telah terhindar dari penyakit yuang akan masuk kedalam tubuh.

         Dan tahukah anda ternyata selain umat Muslim, ucapan rasa syukur sehabis bersin dapat pula kita temikan dalam berbagai bahasa dan bangsa. Di negara-negara berbahasa Inggris ada kebiasaan untuk mengucapkan “God bless you” (semoga tuhan memberkati anda) bila seseorang bersin. Tradisi ini telah ada sejak abad pertengahan . Dalam bahasa Italia bersin diikuti oleh jawaban “Salute” (sehat). Dalam budaya Portugis, bersin diikuti oleh jawaban “Saude” (sehat), dan yang bersin menjawab “Obrigado” atau “Obrigada” (terima kasih). Dalam bahasa Jerman, bersin akan diikuti oleh ucapan, “Gesundheit”(sehat[bagimu]).              
(sumber: Majalah ar-risalah edisi 84 hal 37).


Bahaya Makan Terlalu Banyak



Bahaya Makan Terlalu Banyak. Makanlah dikala lapar dan berhentilah sebelum kenyang. Makanlah secukupnya, serta tidak berlebih-lebihan. Begitulah nasihat Rasulullah saw. terhadap umatnya,  tentang makan yang menyiratkan adanya bahaya tersembunyi jika terlalu banyak makan.

       Tidak dapat dipungkiri makan adalah suatu kebutuhan yang harus terpenuhi oleh setiap orang, makan makanan yang baik secara seimbang dapat menjadikan seseorang sehat dan bugar, akan tetapi berbeda halnya jika seseorang makan terlalu banyak selain dapat menyebabkan kegemukan juga dapat menyebabkan berbagai penyakit.

       Salah satu akibat makan terlalu banyak adalah kerusakan otak. Kerusakan otak inilah yang menyulut rangkaian gangguan kesehatan lainya, seperti diabetes, penyakit jantung, obesitas, dan penyakit lainya. Setidaknya inilah hasil dari penelitian beberapa peneliti di Amerika yang dilaporkan jurnal Cell.

       “Terlalu banyak makan akan mengaktifkan system kekebalan tubuh yang biasanya tidak aktif di otak, dan mengerahkan sel kekebalan untuk menyerang dan merusak penyerang yang tak ada disana (error),” kata Dongsheng Cai dari University of Wisconsin Madison dan rekan-rekanya
.
       Cai dan rekan-rekanya berkonsentrasi pada zat yang disebut IKKbeta/NK-KappaB. Zat ini dimanfaatkan oleh sel-sel kekebalan tubuh seperti macrophages dan leucosytes. Tapi zat ini juga terdapat di dalam otak, tepatnya di bagian hypothalamus, namun dalam keadaan tidak aktif. 
Hyphotalamus adalah bagian otak yang menjadi pusat pengendalian energi.

       Mereka melakukan percobaan tersebut pada tikus. Ketika tikus diberi makanan lemak berkadar lemak tinggi, maka zat IKKbeta/NK-KappaB menjadi sangat aktif. Dan ketika zat tersebut aktif, badan mengabaikan isyarat dari “leptin”, hormone yang biasanya membantu mengatur nafsu makan, dan insulin, yang mengubah makanan menjadi energy. Akibatnya, tikus makan lebih banyak. Sebaliknya, ketika IKKbeta/NK-KappaB ditekan sehingga tidak aktif, tikus makan lebih sedikit.

       Inilah yang dianggap tim Cai sebagai kunci utama berbagai macam penyakit yang disebabkan makan berlebihan. “Hyphotalamik IKKbeta/NK-KappaB dapat mendasari seluruh kelompok penyakit modern yang disebabkan oleh kelebihan gizi dan kegemukan”, tulis timnya. (sumber: Majalah ar-risalah edisi 97 hal 37)

Selasa, 04 Juni 2013

Kebenaran Ilmiah Hadist Mencelupkan Lalat Kedalam Minuman











 
Kebenaran IlmiahHadist Mencelupkan Lalat Kedalam Minuman. Dari Abu Hurairah ra. Rasulullah saw. Bersabda : “ Jika ada lalat jatuh dalam minuman kalian, celupkanlah (lalat)  kemudian buanglah. Karena pada salah satu sayapnya terdapat penyakit dan pada sayap lainya terdapat obat.” 
Hadist Shahih diriwayatkan oleh Al Bukhari (2/329), (4/71-72), Ad Darimi (2/99), Ibnu Majah (3505), dan Ahmad (2/398).

Jika orang awam menanggapi hadist ini tentulah mereka akan keheranan, jika dia muslim mungkin ia akan merasa ragu-ragu dan berkata “mungkin penulis/penerbitnya salah cetak”. Dan jika orang non muslim mungkin mereka akan tertawa dan berkata “ alangkah bodohnya orang islam itu jika tetap patuh pada hadist ini”. Tetapi jika anda-anda yang sedang membaca artikel saya ini, sebaiknya jauhkan pikiran negatif anda dan lanjutkanlah membaca! .

Ya , memang lalat itu adalah hewan yang kotor. Hewan ini memiliki habitat yang kotor dan menjijikan. Sehingga bukan tidak mungkin lalat mampu menularkan bakteri atau virus ketubuh kita melalui makanan dan minuman yang telah tersentuh oleh hewan ini. Namun, bukan berarti hadist yang telah disebutkan diatas adalah palsu atau menyesatkan, ada banyak hikmah dibalik anjuran Rasulullah saw. dalam hadist itu. Ilmu sains modern telah menguak fakta-fakta kebenaranya. Berikut akan saya ulas fakta-fakta kebenaran dalam hadist ini.

 “Pada tahun 1871 seorang professor Jerman yang bernama Brifeld dari Universitas Hall di Jerman menemukan dalam penelitianya bahwa lalat mengidap parasit jenis jamur yang diberi nama Impozamusky. Parasit ini hidup menyertai lalat secara permanen”. 
Hasil penelitian diatas membuktikan kebenaran bahwa lalat membawa penyakit yang telah Rasulullah saw. Sebutkan didalam hadistnya.

Banyak penelitian lain yang dilakukan oleh beberapa ilmuan modern telah membuktikan bahwa didalam tubuh lalat mengandung anti kuman yang di sebut Rasulullah saw. sebagai “obat”, diantaranya :
Pada tahun 1945, professor spesialis jamur yang bernama Langyrun mengumumkan bahwa pada parasit yang selalu hidup di tubuh lalat , terdapat enzim kuat yang mampu menawarkan dan melarutkan bagian serangga yang membawa penyakit. 

Tahun 1947-1950, dua ilmuan Inggris, Aranstin dan Cook, serta ilmuan swiss, Rulyuss, mampu memisahkan zat yang mereka namakan Gasavin. Zat ini diambil dari jamur yang hidup pada tubuh lalat. Gasavin adalah zat anibiotik yang mampu membunuh bermacam-macam kuman, diantaranya kuman amorous positif dan negatif, kuman tifus dan disentri.

Sebuah penemuan baru dari penelitian Dr. Amin Ridha ( dosen bedah tulang di Universitas Iskandariyah) yang hasilnya telah dipublikasikan majalah At Tauhid di Mesir edisi 5 tahun 1397 H/1977 M menjelaskan bahwa, dalam satu waktu yang bersamaan lalat membawa kuman yang menyebarkan penyakit, dan juga membawa bakteri “Faaj” yang melawan kuman-kuman tersebut. Bakteri “Faaj” adalah bakteri yang memangsa kuman penyakit. 

Penelitian-penelitian para ilmuan diatas telah menemukan fakta-fakta menakjubkan tentang seekor lalat. Dan Subhanallah, betapa beruntungnya kita umat islam, karena hal mengagumkan tersebut telah diketahui islam pada 1400 tahun yang lalu melalui ucapan sang Rasulullah saw.

( Sumber : Al-Faruq, Asadullah. 2011. Mengapa Nabi saw. Nggak Gampang Sakit. As Salam. Solo. )

Sabtu, 01 Juni 2013

Data dan Fakta Mukjizat Rasulullah Membelah Bulan












Bulan Terbelah Di Zaman Rasullulah . Allah swt. Telah mengutus rasul-rasulnya kemuka bumi untuk menyerukan kebenaran kepada umat manusia. Dari sekian banyak rasul yang telah diutus kemuka bumi oleh Allah swt. Telah kita ketahui beberapa rasul yang telah dikaruniai mukjizat untuk memperkuat kerasulan dan melemahkan musuh yang menentang kerasulanya. Diantaranya yang tentu telah kita ketahui adalah mukjizat nabi musa yang dari tongkatnya bisa berubah menjadi ular dan mampu membelah air laut sehingga menjadi sebuah jalan yang dapat dilalui ketika dikejar-kejar tentara Firaun, atau Nabi Ibrahim yang tidak mempan dibakar api, nabi Yunus yang selamat setelah ditelan ikan paus, dan mukjizat nabi-nabi yang lain. Begitu pula dengan nabi kita Rasullulah Muhammad saw. Beliau telah di karuniai beberapa mukjizat yang menakjubkan dan mukjizat terbesar beliau adalah kitab Al Quran. Diantara berbagai mukjizat yang ada pada diri Rasulullah saw. Ada satu mukjizat yang menjadi topik panas dan diperdebatkan di era modern ini, mukjizat itu adalah peristiwa terbelahnya bulan dizaman awal kerasulan beliau.

Kisah Rasulullah membelah bulan.
Dari Abdullah Berkata bahwa ‏Bulan terbelah menjadi dua bagian di zaman Rasulullah, kemudian Rasulullah Saw bersabda: “Saksikanlah!”  (HR. Muslim: 7249)
Kisah itu terjadi sebelum Rasullulah saw. hijrah dari Makkah ke Madinah. Kaum kafir Quraisy berkata, “Wahai Muhammad, kalau engkau benar Nabi dan Rasul, coba tunjukkan kepada kami satu kehebatan yang bisa membuktikan kenabian dan kerasulanmu!...”
Rasulullah saw. bertanya, “Apa yang kalian inginkan?” Mereka menjawab: “Coba belah bulan!”. Maka, Rasulullah saw. berdiri dan terdiam, lalu berdoa kepada Allah swt. agar menolongnya. Lalu, Allah swt. memberitahu Muhammad saw. agar mengarahkan telunjuknya ke bulan. Maka, Rasulullah saw. mengarahkan telunjuknya ke bulan dan terbelahlah bulan yang sedang mereka lihat. Bulan terbelah menjadi Dua bagian, di mana bagian lainnya berada di sisi  Gunung Safa dan bagian lainya di sisi Gunung Qaikaan dan terlihat di antaranya bukit Hira. Namun karena kesombongan mereka, serta-merta orang-orang kafir Quraisy berkata, “Muhammad, engkau benar-benar telah menyihir kami!” Akan tetapi, para ahli diantara mereka mengatakan bahwa sihir memang benar bisa saja menyihir orang yang ada disekitarnya, akan tetapi sihir tidak bisa menyihir orang yang tidak ada di tempat itu. Maka, dengan akal dan rasa penasaran, mereka menunggu orang-orang yang akan pulang dari perjalanan. Lalu, orang-orang Quraisy bergegas menuju keluar batas kota Makkah menanti para musafir yang baru pulang dari perjalanan.

Dan ketika datang rombongan musafir yang pertama kali tiba menuju kota Makkah, orang-orang Quraisy  menanyai mereka, “Apakah kalian melihat sesuatu yang aneh dengan bulan?” Mereka menjawab, “Ya, benar. Pada suatu malam yang lalu kami melihat bulan terbelah menjadi dua dan saling menjauh masing-masingnya kemudian bersatu kembal”.

Akhirnya, sebagian mereka pun beriman sedangkan sebagian lainnya lagi tetap kafir mengingkari kebenaran yang telah mereka terima. Lalu, Allah swt. menurunkan wahyu-Nya: Telah dekat datangnya Hari Kiamat dan Bulan telah terbelah . Dan jika mereka (orang-orang musyrikin) melihat suatu tanda (mukjizat), mereka berpaling dan berkata: “(Ini adalah) sihir yang terus menerus” . Dan mereka mendutakan (Nabi) dan mengikuti hawa nafsu mereka, sedang tiap-tiap urusan telah ada ketetapannya”  (QS. Al Qomar :1-3).

Dari kisah diatas dapat disimpulkan bahwa, ketika peristiwa itu terjadi bukan hanya kaum Quraisy atau warga kota Makkah saja yang melihat peristiwa terbelahnya bulan, tetapi juga kaum musafir yang sedang melakukan perjalanan jauh di luar Makkah. Bahkan berdasarkan beberapa sumber sejarah, peristiwa terbelahnya bulan dapat disaksikan oleh orang-orang yang berada jauh dari kota Makkah, diantaranya kisah Raja Cheraman Perumal orang India pertama yang memeluk agama islam. Beliau melihat peristiwa terbelahnya bulan dan mendapatkan kabar dari para pedagang dan pengembara dari Negara asing bahwa peristiwa tersebut adalah sebuah mukjizat Rasulullah Muhammad saw. Yang berada di Jazirah Arab. Sang raja pun berangkat menemui Rasulullah saw. Dan memeluk Islam.

Peristiwa terbelahnya bulan juga tertulis di dalam berbagai manuskrip kuno dari berbagai Kebudayaan di masa itu. Diantaranya manuskrip kuno dari Persia, India, Madrid, bangsa suku Maya kuno, dan tertulis di dalam sebuah kuil di China.

Berdasarkan kesaksian sejarah dari berbagai kebudayaan yang terlah disebutkan diatas, hal tersebut mematahkan teori beberapa orang yang mengatakan bahwa terbelahnya bulan adalah kata kiasan dan tidak harus atau tidak benar-benar terjadi. Hal tersebut tentu telah  mengingkari fakta sejarah yang telah tertulis.

Namun beberapa ilmuan asing berpendapat bahwa, peristiwa terbelahnya bulan merupakan peristiwa yang mustahil terjadi dan sulit untuk dipercaya. Hal ini dikarenakan foto Rima Ariadaeus (sebuah photo yang menunjukan sebuah celah yang menyerupai retakan besar pada Bulan seperti bagian yang telah terpotong kemudian bersambung) sebuah gambar yang diklaim sebagai bukti bulan pernah terbelah dimasa lalu merupakan bukti yang lemah. Hal ini dikarenakan Rima Ariadeus hanya memiliki panjang 300 Km sedangkan diameter ekuator permukaan bulan mencapai 1.738,14 Km. Meninjau secara mekanisme fisis bahwa bulan pernah terbelah juga sangat sulit untuk dijelaskan secara ilmiah.

Meskipun menurut ilmu sains mukjizat Rasulullah saw. Membelah bulan sulit dijelaskan, lantas apakah yang harus kita lakukan sebagai umat muslim? Menganggap itu sebagai kata kiasan yang maknanya berbeda?... Menganggap hal itu hanya dongeng dan tidak benar-benar terjadi?... Atau bahkan menganggapnya sebagai kisah palsu yang mengada-ada?...
Sebagai seorang muslim yang beriman sikap kita yang seharusnya adalah mengimani dan mengambil berbagai pelajaran dari peristiwa tersebut. Karena, banyak hikmah dan pelajaran yang dapat kita ambil darinya. Bukan malah mengingkari dan menganggapnya kisah belaka. Memang membutuhkan kajian khusus untuk menafsirkan kisah yang ada di Al Quran. Untuk itu dibutuhkan hadist nabi dan penjelasan para ulama dalam memahaminya.
Dan yang perlu diketahui, ilmu ilmiah hanya dapat menjelaskan kejadian-kejadian alam. Mukjizat bukanlah kejadian alam, sehingga ilmu tidak bisa menjangkaunya. Seperti halnya kisah ketika Nabi Musa membelah lautan, atau Nabi Isa menghidupkan orang yang sudah meninggal. Tidak diperlukan adanya bukti ilmiah untuk mengimaninya. Cukup Al Quran dan Al Hadist yang menjelaskanya kepada kita. Karena andaikan bila kisah-kisah itu tidak tertulis di Al Quran dan Al Hadist, tentulah muslimin di zaman kita tidak akan mengetahui dan mengimani kisah-kisah tersebut.

Berikut sebuah artikel tentang Mukjizat Rasulullah saw. Artikel ini saya buat sendiri dengan ketikan tangan, dengan referensi beberapa artikel yang saya temukan di internet. Dilarang menjiplak secara utuh artikel ini demi keuntungan komersil. Jika ingin mengutip isi artikel ini, harap memberikan link balik ke  Data dan Fakta Mukjizat Rasulullah Membelah Bulan. Terima kasih atas kunjungan anda.