Selasa, 04 Juni 2013

Kebenaran Ilmiah Hadist Mencelupkan Lalat Kedalam Minuman











 
Kebenaran IlmiahHadist Mencelupkan Lalat Kedalam Minuman. Dari Abu Hurairah ra. Rasulullah saw. Bersabda : “ Jika ada lalat jatuh dalam minuman kalian, celupkanlah (lalat)  kemudian buanglah. Karena pada salah satu sayapnya terdapat penyakit dan pada sayap lainya terdapat obat.” 
Hadist Shahih diriwayatkan oleh Al Bukhari (2/329), (4/71-72), Ad Darimi (2/99), Ibnu Majah (3505), dan Ahmad (2/398).

Jika orang awam menanggapi hadist ini tentulah mereka akan keheranan, jika dia muslim mungkin ia akan merasa ragu-ragu dan berkata “mungkin penulis/penerbitnya salah cetak”. Dan jika orang non muslim mungkin mereka akan tertawa dan berkata “ alangkah bodohnya orang islam itu jika tetap patuh pada hadist ini”. Tetapi jika anda-anda yang sedang membaca artikel saya ini, sebaiknya jauhkan pikiran negatif anda dan lanjutkanlah membaca! .

Ya , memang lalat itu adalah hewan yang kotor. Hewan ini memiliki habitat yang kotor dan menjijikan. Sehingga bukan tidak mungkin lalat mampu menularkan bakteri atau virus ketubuh kita melalui makanan dan minuman yang telah tersentuh oleh hewan ini. Namun, bukan berarti hadist yang telah disebutkan diatas adalah palsu atau menyesatkan, ada banyak hikmah dibalik anjuran Rasulullah saw. dalam hadist itu. Ilmu sains modern telah menguak fakta-fakta kebenaranya. Berikut akan saya ulas fakta-fakta kebenaran dalam hadist ini.

 “Pada tahun 1871 seorang professor Jerman yang bernama Brifeld dari Universitas Hall di Jerman menemukan dalam penelitianya bahwa lalat mengidap parasit jenis jamur yang diberi nama Impozamusky. Parasit ini hidup menyertai lalat secara permanen”. 
Hasil penelitian diatas membuktikan kebenaran bahwa lalat membawa penyakit yang telah Rasulullah saw. Sebutkan didalam hadistnya.

Banyak penelitian lain yang dilakukan oleh beberapa ilmuan modern telah membuktikan bahwa didalam tubuh lalat mengandung anti kuman yang di sebut Rasulullah saw. sebagai “obat”, diantaranya :
Pada tahun 1945, professor spesialis jamur yang bernama Langyrun mengumumkan bahwa pada parasit yang selalu hidup di tubuh lalat , terdapat enzim kuat yang mampu menawarkan dan melarutkan bagian serangga yang membawa penyakit. 

Tahun 1947-1950, dua ilmuan Inggris, Aranstin dan Cook, serta ilmuan swiss, Rulyuss, mampu memisahkan zat yang mereka namakan Gasavin. Zat ini diambil dari jamur yang hidup pada tubuh lalat. Gasavin adalah zat anibiotik yang mampu membunuh bermacam-macam kuman, diantaranya kuman amorous positif dan negatif, kuman tifus dan disentri.

Sebuah penemuan baru dari penelitian Dr. Amin Ridha ( dosen bedah tulang di Universitas Iskandariyah) yang hasilnya telah dipublikasikan majalah At Tauhid di Mesir edisi 5 tahun 1397 H/1977 M menjelaskan bahwa, dalam satu waktu yang bersamaan lalat membawa kuman yang menyebarkan penyakit, dan juga membawa bakteri “Faaj” yang melawan kuman-kuman tersebut. Bakteri “Faaj” adalah bakteri yang memangsa kuman penyakit. 

Penelitian-penelitian para ilmuan diatas telah menemukan fakta-fakta menakjubkan tentang seekor lalat. Dan Subhanallah, betapa beruntungnya kita umat islam, karena hal mengagumkan tersebut telah diketahui islam pada 1400 tahun yang lalu melalui ucapan sang Rasulullah saw.

( Sumber : Al-Faruq, Asadullah. 2011. Mengapa Nabi saw. Nggak Gampang Sakit. As Salam. Solo. )

Tidak ada komentar:

Posting Komentar